hoppers

Review Jujur Terlengkap dari Film Hoppers

Home » Hiburan » Review Jujur Terlengkap dari Film Hoppers

Hoppers jadi salah satu film yang memperpanjang keahlian Pixar dalam hal menjaga standar storytelling mereka. Film ini bukan hanya sekadar menghibur atau menyentuh emosi, tetapi juga nurani dan nalar.
Penulis Jesse Andrews mungkin belum banyak memiliki portofolio film Pixar, tetapi dirinya sungguh dijaga oleh sutradara Daniel Chong yang berpengalaman sebagai bagian dari tim kreatif senior Pixar.

Salah satu hal yang paling sulit dalam storytelling adalah mengombinasikan pesan yang mungkin terasa berat dan serius, dalam media narasi yang memungkinkan semua pihak memahaminya tanpa merasakan sensasi berat tersebut.

Hoppers sukses melakukan hal tersebut. Pesan dalam film ini bila ditelaah dari sudut pandang sains, sebenarnya seperti melihat tayangan Animal Planet atau penjelasan ilmuwan soal pentingnya keseimbangan ekologi.

Belum lagi soal pesan aktivisme lingkungan dan politik pemilihan umum yang sangat politis untuk sebuah tontonan “Semua Umur”. Namun Hoppers mampu membungkus hal itu dengan cara yang sangat menghibur dan menyenangkan dalam 105 menit.

Kelebihan Film Hoppers

1. Cerita Unik dan Segar

Pixar kembali ke jalur “original storytelling” dengan ide yang tidak biasa: manusia masuk ke tubuh hewan robot. Ini jadi daya tarik utama film ini.

Bahkan secara kritik, film ini dinilai sebagai salah satu karya Pixar yang paling fresh dalam beberapa tahun terakhir.


2. Visual Animasi yang Indah

Seperti standar Pixar, kualitas animasi Hoppers sangat detail dan hidup. Dunia alam, hutan, hingga karakter hewan terasa realistis sekaligus imajinatif.


3. Pesan Lingkungan yang Kuat

Film ini menyampaikan isu penting tentang pelestarian alam tanpa terasa terlalu menggurui. Banyak penonton menganggapnya sebagai “comfort movie” dengan pesan relevan.


4. Humor Ringan dan Menghibur

Secara umum, Hoppers cukup lucu dan menghibur. Bahkan disebut sebagai salah satu film Pixar yang paling fun dan penuh energi.


5. Rating Tinggi dan Respon Positif

Film ini mendapat respon sangat baik dari kritikus dan penonton:

  • Skor tinggi di Rotten Tomatoes (sekitar 90%+)
  • Box office sukses dan bertahan di posisi atas

Ini menunjukkan film ini bukan sekadar hype.

hoppers

Mungkin penonton anak-anak dan bukan penggemar sains hanya akan melihat Hoppers sebagai film dengan cerita dan rupa karakter yang menggemaskan. Namun bagi mereka yang tumbuh dan bergelut dengan sains alam, ini seperti rangkuman sederhana mata kuliah ekologi, ilmu lingkungan, dan fungsi hayati hewan.

Selain dengan naskah yang mampu membahasakan dan menganalogikan kerumitan ‘hukum alam’ secara sederhana tanpa kehilangan banyak substansi, Hoppers juga didukung oleh tim animasi jempolan.

Pixar memang tak layak diragukan dalam mengubah cerita ke bentuk gambar yang indah sekaligus menyenangkan. Hoppers membuktikan hal tersebut dengan menggambar karakter hewan dengan menggemaskan, tetapi tak melupakan rupa dan karakter aslinya.

Misalnya ada perbedaan detail saat karakter ini berbicara dengan sesama hewan, atau saat berkomunikasi dengan manusia. Atau dengan bentuk-bentuk detail yang jadi ciri khas karakter hewan tersebut.

Hanya saja, ada sedikit catatan soal penayangan film ini di Indonesia, terutama berkaitan dengan penerjemahan dalam bahasa Indonesia yang kurang tepat.

Hewan yang jadi bintang utama film ini sejatinya adalah beaver atau sejenis Castor canadensis alias biwara amerika utara, yang menjadi bagian dalam famili Castoridae.

Sementara dalam subtitel versi bahasa Indonesia, “beaver” diterjemahkan sebagai berang-berang, yang mana berang-berang sebenarnya mengacu pada mamalia Lutrinae dengan bahasa Inggris-nya adalah otter. Bila di Indonesia, berang-berang yang dikenal dan langka adalah Lutra sumatrana.

Meski sama-sama hewan semiakuatik dan sekilas tampak mirip, Castoridae dan Lutrinae sejatinya dua famili hewan yang berbeda. Hal ini terlihat dari bentuk ekor, bentuk tubuh, hingga jenis makanan mereka.

Masalah penerjemahan ini mungkin sepele, tapi akan jadi serius karena termasuk misinformasi. Ini juga menjadi pengingat bahwa batas bahasa dan pemahaman penonton masih menjadi tantangan tersendiri dalam dunia film secara global.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *