ginjal

7 Kebiasaan Bisa Merusak Ginjal di Usia Muda

Home » Lifestyle » 7 Kebiasaan Bisa Merusak Ginjal di Usia Muda

Penyakit ginjal kini tak hanya menyerang usia dewasa atau lanjut. Anak muda, seperti generasi Z, juga rentan terkena penyakit ginjal. Salah satu penyebabnya adalah pola makan.
Gen Z dikenal dengan kesukaannya terhadap ‘comfort food’ yang umumnya tinggi gula dan garam. Tanpa disadari, makanan-makanan ini dapat merusak fungsi ginjal secara perlahan.

Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dr Pringgodigdo Nugroho mengatakan, obesitas, diabetes, dan hipertensi jadi faktor paling sering yang jadi pemicu masalah ginjal. Kesemuanya disebabkan oleh pola makan tinggi gula dan garam.

“Misalnya tinggi kalori, yang manis-manis ya. Nanti secara langsung, melalui diabetes juga bisa [gagal ginjal]. Ditambah lagi gaya hidup sedentari yang kurang aktivitas [fisik],”

ginjal

Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda

Gagal ginjal di usia muda bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

1. Kurang minum air putih

Kebiasaan malas minum air putih bisa menjadi penyebab gagal ginjal pada usia muda, terutama jika Anda memiliki aktivitas yang padat dan berolahraga berat. Jika tubuh mengalami kekurangan cairan hingga mengakibatkan dehidrasi, zat sisa metabolisme dan racun akan menumpuk di dalam tubuh.

Dehidrasi juga dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Seiring waktu, kondisi-kondisi tersebut dapat merusak ginjal dan memicu terjadinya gagal ginjal.

2. Konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan

Jika saat ini kamu gemar makanan atau minuman yang mengandung gula tambahan, seperti jus kemasan, minuman bersoda, atau es krim, sebaiknya mulai menguranginya. Pasalnya, jenis makanan dan minuman tersebut dapat menjadi penyebab gagal ginjal pada usia muda.

Penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi minuman bersoda 1–2 kali sehari dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis, termasuk gagal ginjal. Selain minuman dengan pemanis buatan, konsumsi minuman beralkohol juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

3. Olahraga berlebihan

Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun, olahraga yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan kematian jaringan otot rangka atau rhabdomyolysis. Ketika jaringan otot rangka rusak, protein yang disebut mioglobin akan masuk ke dalam aliran darah dan mencapai ginjal.

Protein tersebut dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan ginjal yang akhirnya membuat fungsi ginjal terganggu. Risiko terjadinya gagal ginjal bisa semakin tinggi apabila rhabdomyolysis disertai dengan dehidrasi berkepanjangan.

4. Konsumsi makanan tinggi garam

Kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam berkontribusi pada risiko gagal ginjal di usia muda. Garam atau natrium akan mengikat banyak cairan yang dialirkan bersama darah ke jantung. Kondisi ini akan membebani kerja jantung sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal. Seiring berjalannya waktu, fungsi ginjal dapat mengalami penurunan.

5. Merokok

Seorang perokok aktif berisiko 4 kali lebih tinggi mengalami gagal ginjal. Nikotin pada rokok dapat menyebabkan penyempitan dan peradangan pada pembuluh darah. Hal ini dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah ginjal dan memengaruhi fungsi ginjal.

6. Konsumsi obat-obatan tertentu

Meski jarang terjadi, konsumsi obat pereda nyeri bisa menjadi penyebab gagal ginjal di usia muda. Obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin, yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa yang membantu mengatur aliran darah ke ginjal.

Akibatnya, aliran darah ke ginjal menjadi terhambat dan fungsi ginjal dapat mengalami penurunan. Jenis obat ini juga dapat menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh yang pada akhirnya dapat mengganggu fungsi ginjal.

7. Kondisi kesehatan tertentu

Gagal ginjal di usia muda bisa disebabkan oleh adanya penyakit yang mendasarinya. Pada anak-anak, gagal ginjal dapat terjadi karena adanya kelainan bawaan, seperti polycystic kidney disease (PKD), hidronefrosis, atau ginjal tapal kuda.

Selain itu, menderita hipertensi, batu ginjal, nefritis, dan infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak diobati atau dikelola dengan baik juga dapat berkontribusi pada risiko gagal ginjal di usia muda. 

Gagal ginjal di usia muda tak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup Anda. Oleh karena itu, jagalah ginjal Anda dengan selalu minum air putih yang cukup, rutin berolahraga, terapkan pola makan sehat, serta batasi konsumsi gula dan garam

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *